Hitstat

03 June 2015

Ibrani - Minggu 2 Rabu



Pembacaan Alkitab: Ibr. 1:2-3, 10


Surat Ibrani ini adalah kitab yang menelaah firman Allah. Pasal 11:3 menerangkan kepada kita, "Alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah," sedang pasal 1:3 menga­takan bahwa segala yang ada ditopang, ditunjang, dan dige­rakkan oleh firman‑Nya yang penuh kekuasaan. Firman Allah sungguh bermakna. Putra bukan hanya Pencipta bah­kan sebagai Penopang, Penunjang, dan Penggerak. Ia men­cipta serta menopang, menunjang, dan menggerakkan alam semesta melalui firman‑Nya.

Di masa lampau, Ia adalah Pencipta; di masa kini, Ia adalah Penopang, Penunjang, dan Penggerak; dan di masa akan datang, Ia adalah Pewaris segala sesuatu (1:2). Mata­hari, bumi, tata surya, bintang‑bintang, bima sakti, semua adalah milik‑Nya, dan bagi‑Nya. Ia akan mewarisi segala sesuatu. Jadi, dalam penciptaan Allah Dialah Pencipta, Penopang, Penunjang dan Penggerak. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia." (Rm. 11: 36).

Dalam penebusan Allah juga terdapat tiga masa : pertama yaitu Tuhan telah menyucikan dosa‑dosa kita di masa lampau (1:3). Ia tidak hanya menebus kita, bahkan menyu­cikan kita dari segala dosa kita. Penebusan berarti menutupi, tetapi penyucian berarti segala dosa kita dibersihkan. Dalam lambang Perjanjian Lama pendamaian hanya dapat menutupi dosa‑dosa (Mzm. 32:1), tidak dapat menghapus dosa‑dosa. Karena itu para imam‑iman pendamai setiap ha­ri berdiri, mempersembahkan kurban yang sama, dan tidak pernah dapat duduk (Ibr. 10:11). Tetapi Putra Allah telah menghapus dosa (Yoh. 1:29) dan merampungkan penyucian dosa‑dosa satu kali untuk selama‑lamanya. Maka, Dia du­duk untuk selama‑lamanya (10:10, 12). Dalam pandangan Allah, dosa telah berlalu. Dalam pandangan Allah, dosa te­lah terhapus bersih dari alam semesta ini. Dosa tidak seha­rusnya ada di dalam Anda, di dalam gereja, atau di rumah Anda. Dosa telah terhapus hingga bersih, dan penyucian do­sa telah dirampunglian oleh‑Nya. Pekerjaan penyucian dosa telah dirampungkan oleh Putra Allah di masa lampau.

Surat Ibrani menekankan satu fakta bahwa Kristus te­lah merampungkan setiap perkara bagi Allah maupun manusia, tanpa menyisakan apa pun untuk kita lakukan. Dia duduk di sebelah kanan Allah berarti pekerjaan‑Nya telah selesai dan Ia kini sedang mengaso sambil menantikan satu hal, yaitu Allah akan membuat musuh‑Nya menjadi tumpuan kaki‑Nya. Ia duduk di surga sambil menunggu memperoleh tumpuan kaki, agar sesudah itu Ia boleh mengaso dengan sempurna.

Dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara dengan peran­taraan nabi‑nabi, yaitu melalui orang‑orang yang didorong oleh Roh‑Nya (2 Ptr. 1:21). Dalam Perjanjian Baru, Ia ber­bicara di dalam Putra, di dalam persona Putra. Putra ada­lah diri Allah sendiri (1:8), Allah yang diekspresikan. Allah Bapa itu tersembunyi, Allah Putra itu terekspresi. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, hanya Putra, sebagai Firman Allah (Yoh. 1:1; Why. 19:13) dan pembicaraan Allah, telah menyatakan Allah dengan suatu ekspresi, penjelasan, dan definisi yang penuh tentang Dia (Yoh. 1:18).

Putra adalah inti dan fokus dari Surat Ibrani ini. Da­lam ke‑Allahan, Dia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar substansi Allah. Dalam penciptaan Dia adalah (1) sarana penciptaan alam semesta (ayat 2); (2) kekuatan yang menopang, menunjang, dan menggerakkan segala yang ada (ayat 3); (3) ahli waris yang telah ditetapkan untuk mewa­risi segala sesuatu. Dalam penebusan Dia telah meram­pungkan penyucian dosa‑dosa, dan sekarang sedang duduk di sebelah kanan Allah di surga (ayat 3).

Surat Ibrani mewahyukan kepada kita perbedaan Per­janjian Lama dengan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama milik huruf‑huruf formalitas hukum Taurat, milik manusia, bumiah, sementara, berdasarkan yang kelihatan; hasilnya timbullah suatu agama yang disebut Yudaisme. Perjanjian Baru milik hayat, rohani, surgawi, permanen, berdasarkan iman, difokuskan pada satu persona yang adalah Putra Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 1, Berita 3

No comments: