Hitstat

10 June 2015

Ibrani - Minggu 3 Rabu



Pembacaan Alkitab: Ibr. 1:10-14


Gereja sebagai rumah Allah, tempat kediaman Allah yang hidup di bumi ini, adalah pintu gerbang surga. Di mana ada rumah Allah, di situ ada Kristus sebagai tangga surgawi. Di manakah Kristus berada? Ia berada di surga juga berada dalam gereja‑Nya di bumi ini. Dengan demikian, Dia menjadi tangga dalam gereja, yang menghubungkan bumi dengan surga, juga membawa surga ke bumi. Inilah tempat di mana kita seharusnya berada. Sebagai anak‑anak Allah yang telah Allah selamatkan, sebagai ahli waris bersama dan teman sekutu Kristus, selama kita hidup di bumi, kita harus hidup dan berperilaku dalam gereja. Di sinilah kita menikmati surga yang terbuka itu. Di sini baru ada Kristus sebagai tangga surgawi. Di sini pula baru ada para malaikat yang melayani kita di segala bidang. Yang lebih penting lagi, di sini barulah kita dapat meng­ekspresikan kemuliaan Allah.

Mari kita lihat beberapa contoh riil dari pelayanan malaikat. Ketika Petrus ditawan dalam penjara, datanglah seorang malaikat membukakan pintu penjara itu dan meng­antarnya keluar (Kis. 12:5‑16). Petrus lalu pergi ke rumah Maria dan mengetuk pintunya. Kemudian Rode, pelayan wa­nita itu membukakan pintu dan memberi tahu orang‑orang dalam rumah itu bahwa Petrus datang, tetapi mereka men­duga itu adalah malaikat Petrus. Kita masing‑masing se­tidak‑tidaknya memiliki satu malaikat. Hal ini dikuatkan oleh Matius 18:10, Ingatlah, jangan menganggap rendah salah seorang dari anak‑anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu : Ada malaikat mereka di surga yang selalu me­mandang wajah Bapa‑Ku yang di surga." Kita tidak boleh menyalahi saudara‑saudara kita, karena malaikat mereka selalu berada di hadapan Bapa. Malaikat‑malaikat Allah ju­ga sering naik turun di atas tangga surgawi sambil mela­yani orang‑orang yang mewarisi karunia keselamatan. Kita juga dapat mengutip contoh Kornelius, yang dikunjungi malaikat ketika ia berdoa (Kis. 10:1‑4). Mazmur 34:8 me­ngatakan pula, "Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang‑orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka." Jika Anda mengasihi Allah dan mencari Allah, Ia akan mengutus malaikat‑malaikat berkemah di sekeliling Anda.

Sekarang marilah kita menarik kesimpulan dari pokok berita ini : Kristus, Putra sulung Allah, dilantik sebagai ahli waris segala sesuatu. Kita, para putra Allah, ahli wa­ris bersama Kristus (Rm. 8:17), bukan hanya mewarisi ke­selamatan, tetapi juga mewarisi segala sesuatu bersama­Nya (1 Kor. 3:21‑22). Karena itu, kita dengan Dia adalah sesama pemilik alam semesta, sedangkan. malaikat‑malaikat hanyalah pelayan‑pelayan kita, bukan hanya lebih rendah daripada Dia, juga lebih rendah daripada kita. Putra telah ditetapkan menjadi ahli waris. Kita diselamatkan untuk menjadi sesama ahli waris, yang berbagian dalam warisan­Nya. "Keselamatan yang sebesar itu" yang disinggung da­lam 2:3 itu dapat menyelamatkan kita sedemikian rupa se­hingga membuat kita menjadi teman‑teman sekutu‑Nya, berbagian dalam penetapan‑Nya. Demikianlah, kita berbagi­an dalam apa saja yang Dia warisi. Sebagai teman‑teman sekutu Putra, kita adalah rumah Allah, Betel yang sejati, pintu gerbang surga, tempat Putra sebagai tangga surgawi yang menghubungkan bumi dengan langit dan yang mem­bawa langit ke bumi. Di atas tangga ini malaikat‑malaikat Allah naik dan turun (Kej. 28:12, 16‑19; Yoh. 1:51) sebagai roh‑roh yang melayani kita, orang‑orang yang mewarisi ke­selamatan yang begitu besar. Apa yang dibicarakan dalam kitab ini adalah seperti pintu gerbang surga. Di sini kita menikmati Kristus sebagai yang surgawi, yang menghubungkan kita dengan surga, dan yang membawa surga ke­pada kita, sehingga kita dapat menjadi umat surgawi yang menempuh hidup surgawi di bumi dan mewarisi semua hal yang surgawi. Bagaimana mungkin kaum beriman Ibrani berpaling dari hal ini dan kembali kepada agama usang me­reka dan memegahkan malaikat‑malaikat? Malaikat‑malai­kat itu hanyalah pelayan‑pelayan yang melayani kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 1, Berita 5

No comments: