Hitstat

13 May 2016

1 Petrus - Minggu 10 Jumat



Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 2:11-12
Doa baca: 1 Ptr. 2:12
Milikilah cara hidup yang baik di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai pelaku kejahatan, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.


Kita sekarang datang pada bagian ketiga dari Kitab 1 Petrus dan mulai memperhatikan kehidupan kristiani dan penderitaannya. Dalam ayat 11 Petrus menyebut kaum beriman sebagai pendatang dan perantau. Dia menasihati pendatang dan perantau itu agar menjauhkan diri dari hawa nafsu daging. Nasihat ini merupakan suatu hal yang sangat riil dan bukan hanya suatu doktrin. Di sini Petrus seolah-olah berkata, "Aku menasihati Anda semua agar menjauhkan diri dari hawa nafsu daging. Tahukah Anda siapa Anda sebenarnya? Anda bukan orang dunia. Anda adalah perantau dan pendatang, orang milik negara lain dan yang melancong melalui negara asing. Sesungguhnya, Anda di bumi ini adalah orang asing, karena Anda bukan warga negara di bumi. Anda adalah pendatang surgawi dan perantau rohani. Sebagai orang yang sedemikian ini, Anda seharusnya menempuh kehidupan yang berbeda dari orang dunia. Anda perlu menjauhkan diri dari cara hidup yang sia-sia. Cara hidup yang sia-sia adalah kehidupan yang berasal dari hawa nafsu daging. Karena itu, untuk menunjukkan kepada yang lain bahwa Anda adalah orang asing surgawi, Anda harus menjauhkan diri dari hawa nafsu daging."

Dalam ayat 11 Petrus mengatakan bahwa hawa nafsu daging berjuang melawan jiwa. Tubuh yang jatuh itu karnal (milik daging) dan penuh dengan nafsu. Hawa nafsu daging ada di dalam tubuh manusia yang telah jatuh yang berperang melawan jiwa; jiwa manusia adalah bagian batin manusia, yang terdiri atas pikiran, tekad, dan emosi. Sering kita memikirkan hal-hal yang baik, mengasihi hal-hal yang baik, dan memutuskan untuk melakukan hal-hal yang baik. Pemikiran berada di dalam pikiran, mengasihi berada di dalam emosi, dan memutuskan berada di dalam tekad. Walaupun demikian, hawa nafsu daging sering berperang melawan apa yang kita pikirkan dalam pikiran kita, apa yang kita kasihi dalam emosi kita, dan apa yang kita putuskan dengan tekad kita. Hawa nafsu daging bertentangan dengan pikiran-pikiran, tujuan, dan keputusan kita yang baik. Karena itu, kita seharusnya menjauhkan diri dari hawa nafsu daging yang berjuang melawan jiwa.

Menurut ayat 12, jika kita memiliki cara hidup yang baik di antara bangsa-bangsa, melalui meneliti pekerjaan kita yang baik, mereka akan memuliakan Allah pada hari pelawatan. Hari pelawatan Allah adalah hari Allah memeriksa, memelihara. Mengenai pengertian hari pelawatan ini, ada bermacam-macam penafsiran. Satu penafsiran mengatakan bahwa hari pelawatan adalah hari penghakiman. Namun arti yang mendasar dari pelawatan ialah mengamati, memeriksa, menilik, meneliti. Dalam bahasa aslinya, akar kata "pelawatan" sama dengan kata "penilik". Pemikiran Petrus di sini adalah hari pelawatan adalah waktu Allah meneliti umat perantau seperti seorang gembala meneliti domba-dombanya. Kemudian Allah akan menjadi Gembala dan Penilik jiwa mereka. Berdasarkan pengertian dari kata pelawatan ini sebagai dasar kita, kita dapat melanjutkan berkata bahwa hari pelawatan adalah waktu Allah memeriksa, merawat. Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa hari pelawatan Allah adalah hari Allah datang mengunjungi kita. Ketika Allah mengunjungi kita, itulah hari pelawatan.

Apa yang Allah akan lakukan ketika Dia datang melawat kita? Apakah Dia datang untuk menghakimi kita? Tidak, Dia datang bukan untuk menghakimi kita, melainkan melawat kita dengan tujuan mengawasi kita dan meneliti bagaimana kita bertingkah laku dan apa yang kita lakukan. Seolah-olah Dia berkata kepada kita, "Apa yang terjadi pada kalian? Apa yang kalian lakukan? Apakah segala sesuatunya berjalan dengan baik?" Pelawatan Allah sama seperti yang dilakukan seorang gembala. Itu juga merupakan kunjungan seorang penilik. Inilah alasan Petrus membicarakan Tuhan sebagai Gembala dan Penilik jiwa kita (2:25). Juruselamat kita adalah Gembala dan Penilik. Dia menggembalakan kita dan menilik kita untuk mengadakan pemeliharaan yang baik terhadap kita. Ini adalah pengertian yang tepat atas kata "pelawatan" dalam ayat 12.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Petrus, Buku 1, Berita 19

No comments: