Hitstat

10 May 2016

1 Petrus - Minggu 10 Selasa



Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 2:9
Doa baca: 1 Ptr. 2:9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.


Satu Petrus 2:5 mengatakan bahwa kita, sebagai batu-batu hidup, sedang dibangun menjadi suatu rumah rohani. Bagaimanapun, kita semua adalah tanah liat. Bagaimana kita dapat dibangunkan? Untuk dibangun menjadi sebuah rumah rohani, kita perlu menjadi batu-batu. Tetapi bagaimana kita dapat menjadi batu-batu yang hidup yang sesungguhnya? Kita menjadi batu-batu hidup melalui datang kepada Kristus sebagai batu yang hidup (ayat 4).

Kita bisa menggunakan ilustrasi kayu yang membatu sebagai ilustrasi tentang transformasi. Di Arizona ada suatu tempat yang dikenal dengan hutan yang membatu, suatu daerah yang berisi banyak kayu yang membatu. Kayu yang membatu adalah kayu yang telah ditransformasi menjadi batu. Selama sejangka waktu, air telah mengaliri kayu dan meresapi kayu. Melalui aliran air ini, substansi kayu ini telah ditransformasi menjadi batu. Di satu pihak, unsur kayu disingkirkan; di pihak lain, unsur batu dimasukkan untuk menggantikan unsur kayu. Dengan jalan ini kayu menjadi batu.

Transformasi tidak dapat terjadi dalam semalaman. Kayu di Arizona memerlukan waktu yang sangat panjang untuk diubah menjadi kayu yang membatu. Jika kayu yang membatu dapat berbicara, kayu itu akan berkata, "Perlu waktu yang panjang berada di dalam arus air untuk ditransformasi dari kayu menjadi kayu yang membatu." Sebagai orang yang berada di dalam Tuhan selama lebih dari lima puluh tahun, saya dapat bersaksi bahwa transformasi memerlukan waktu. Saya jamin bahwa Anda tidak dapat ditransformasi hanya dalam beberapa bulan atau dalam beberapa tahun.

Sasaran Allah atas kaum beriman adalah memiliki rumah yang terbangun dengan batu hidup. Batu-batu itu bukannya tersebar dan terserak, juga bukan batu-batu yang hanya dikumpulkan dan ditumpuk, melainkan batu-batu yang dibangun satu dengan yang lainnya.

Rumah rohani yang ke dalamnya kita terbangun adalah bangunan Allah. Akhirnya, bangunan ini akan rampung di dalam Yerusalem Baru. Di Yerusalem Baru tidak akan ada lagi tanah liat, karena semua tanah liat telah ditransformasi menjadi batu permata. Ini berarti Yerusalem Baru dibangun dengan batu-batu permata. Kita sedang menjadi batu-batu permata yang terbangun menjadi Yerusalem Baru. Haleluya, pekerjaan pembangunan sekarang sedang berlangsung! Bagaimana pekerjaan ini berlangsung? Hal ini dilaksanakan melalui proses pembatuan, transformasi. Hal ini terjadi ketika kita setiap hari, setiap jam, datang kepada Kristus sebagai susu dan meminum Dia. Kemudian kita akan memiliki aliran, arus, yang mentransformasi kita dari tanah liat menjadi batu bagi pembangunan Allah.

Rumah rohani dan imamat yang kudus adalah sinonim. Rumah rohani adalah bagi tempat kediaman Allah, dan imamat yang kudus adalah bagi pelayanan Allah. Menurut 2:5, pembangunan rumah rohani menjadi imamat yang kudus adalah bagi suatu fungsi yang khusus. Fungsi ini adalah "untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah." Di sini kita nampak bahwa Yesus Kristus adalah saluran yang melaluinya kurban rohani dipersembahkan kepada Allah. Kristus menyalurkan persembahan-persembahan kita kepada Allah, dan persembahan-persembahan ini adalah kurban-kurban yang dipersembahkan kepada Dia. Selain itu, apa yang dipersembahkan kepada Allah haruslah sesuatu yang berasal dari Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Petrus, Buku 1, Berita 18

No comments: