Hitstat

10 June 2016

1 Petrus - Minggu 14 Jumat



Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 4:7
Doa baca: 1 Ptr. 4:7
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu, kuasailah dirimu dan waspadalah, supaya kamu dapat berdoa.


Dalam zaman Perjanjian Baru, penghakiman Allah dimulai dari rumah Allah (1 Ptr. 1:17; 4:17) dan akan dilanjutkan hingga hari kedatangan Tuhan (2 Ptr. 3:10); ini adalah hari penghakiman terhadap orang-orang Yahudi, kaum beriman, dan orang-orang kafir sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Setelah Kerajaan Seribu Tahun, semua orang mati, termasuk manusia dan setan-setan akan dihakimi dan binasa selamanya (1 Ptr. 4:5; 2 Ptr. 3:7), dan langit dan bumi akan dibakar (2 Ptr. 3:10, 12).

Banyak orang Kristen mempunyai konsepsi bahwa dihakimi oleh Allah adalah binasa selama-lamanya. Itu adalah pengertian yang tradisional terhadap penghakiman Allah. Sesungguhnya Alkitab menyinggung berbagai macam penghakiman dengan akibat yang berbeda-beda. Ada penghakiman yang mengakibatkan hukuman disipliner, ada yang mendatangkan hukuman sezaman (dispensasional), dan ada yang mendatangkan kebinasaan kekal. Melalui semua penghakiman, Allah membersihkan alam semesta dan memurnikannya sehingga Ia bisa mendapatkan satu langit baru dan bumi baru, satu alam semesta baru yang penuh dengan keadilan (2 Ptr. 3:13), sehingga Ia berkenan.

Menurut 4:6, penganiayaan pun dipandang sebagai salah satu bagian dalam penghakiman Allah. Dalam ayat 14-17, ditunjukkan bahwa penganiayaan adalah permulaan penghakiman Allah. Dalam ayat 15-16, Petrus berkata bahwa kita tidak seharusnya menderita karena berbuat jahat atau berbuat kekacauan, sebaliknya, kita seharusnya menderita sebagai orang Kristen. Kemudian Ia berkata dalam ayat 17 bahwa telah tiba saatnya penghakiman dimulai dari rumah Allah sendiri. Ini menunjukkan, menurut pengertian Petrus, penganiayaan yang dialami kaum beriman adalah penghakiman Allah.

Kita telah nampak bahwa Allah melaksanakan penanggulangan dalam pemerintahan-Nya melalui berbagai macam penghakiman. Allah menghakimi malaikat yang murtad, Kota Sodom dan Gomora, dan umat Israel di padang gurun. Ia juga menghakimi kaum saleh dalam Perjanjian Baru. Penganiayaan dapat menimpa kaum beriman karena mereka salah dalam hal-hal tertentu. Allah dapat menggunakan penganiayaan sebagai ganjaran sezaman. Ganjaran sezaman ini adalah penghakiman Allah dalam pemerintahan-Nya atas diri kita, untuk menggenapkan kita. Tujuan penghakiman adalah agar kita dapat hidup bersandar Allah di dalam roh.

Dalam 4:7-11 Petrus melanjutkan pembicaraannya mengenai pengurus yang baik dari berbagai anugerah Allah. Ayat 7 mengatakan, "Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu, kuasailah dirimu dan waspadalah, supaya kamu dapat berdoa." Segala sesuatu yang menjadi sandaran daging akan berlalu, dan menurut perkataan rasul di sini, kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Ini mengingatkan kita bahwa kehidupan yang kita tempuh dalam daging, dalam nafsu manusia (ayat 2) akan segera berakhir, karena semuanya itu berhubungan dengan segala sesuatu yang segera berlalu. Karena itu, kita harus menguasai diri, berwaspada dan tenang, supaya kita dapat berdoa. Menurut bahasa aslinya, "menguasai diri" di sini berarti "berpikiran jernih, sehat, tenang, mampu memahami segala sesuatu dengan wajar dan tuntas tanpa gangguan". Selain itu, "waspadalah, supaya dapat berdoa" berarti tenang untuk berjaga-jaga, juga berarti siap sedia. Inilah waspada dan tenang supaya dapat berdoa. Ini sama dengan firman Tuhan, "Berjaga-jagalah dan berdoalah" (Mat. 26:41; Luk. 21:36).


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Petrus, Buku 2, Berita 27

No comments: